Ini kali pertama saya meninggalkan negeri tercinta. And its amazing to know I would go to USA, negeri Paman Syam yang banyak orang ingin kunjungi. Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui, saya kesana tidak hanya menuntut ilmu, mengikuti training di Michigan State University – Lansing tentang Food safety, tetapi juga untuk mengetahui dan belajar tentang negeri orang.
Lansing, kota yang sepi, jauh dari bayangan saya tentang USA. Adalah ibu kota dari negara bagian Michigan yang menjadi kota pelajar, dimana sebagian kotanya dimanfaatkan sebagai kampus. Terdapat 47000 pelajar yang berasal dari 100 negara dan 5000 diantaranya merupakan international students. Jadi dapat dibayangkan kalau sebagian besar yang tinggal dikota ini adalah mahasiswa, dan wajar saja kota ini sepi, karena saat itu sedang berlangsung liburan musim panas (summer vacation).
The weather
Padahal saya berharap saat itu musim salju, karena sepanjang hidup belum pernah menyentuh salju. But it was summer, and so amazing could see the sun went down at 9.30 pm. Its such a miracle. Dan bersyukurnya belum masuk waktu Ramadhan, karena waktu puasanya akan lebih panjang dari biasanya
. Walau pun summer, suhu disana cukup dingin, pastinya lebih dingin dari Jakarta, apalagi beberapa kali terjadi badai, so its more comfortable if I wear jacket.
Friends
Saya sangat bahagia karena dapat mandapatkan 18 teman baru yang berasal dari 13 negara lain. I’m happy to know you all guys :
Barbados : Margaret Campbell Leslie & Cheryl Michelle Lewis
Chile : Pedro Bejares Casanueva
Colombia : Blanca Cristina Olarta Pinilla
Congo : Viviane Bekanti
Ghana : Anthony Augustus Mainoo & Victoria Amaosaebea Dakku
India : H.G. Koshia, Rini Sanyai, Surinder Kumar Kaushik
Indonesia : Fitrianna Cahyaningrum (me) & Endah Nur Wulan
Jamaica : Chanoya Tanoi Kidd & Garth Smith
Kenya : Roselida A Owuor
Malaysia : Afiedah Munir binti Mohammad
Mexico : Gabriela Garcia Olea
Nigeria : Ebreowong Ikpong Etteh
RRC : Wang Libin
Saudi Arabia : Abdullah M. Alkathery
Thanks for nice moment we‘ve shared. Singing at bus, laugh and smile also your exciting story about Bali that make me proud to be an Indonesian. Miss and hug for you all.
Lecture and Training
The training has run well, and the professor was doing professionally. Materinya bagus, dan yang membuat terkesan, fasilitas yang disediakan di kampus sangat lengkap dan menunjang semua kebutuhan kegiatan belajar dan mengajar. Sebagai contohnya, ketika kami praktikum di lab kemasan pangan, lab nya sangat lengkap, mulai dari lab desain kemasan sampai lab uji coba ketahanan kemasan. Sepertinya belum ada di Indonesia. Dan ternyata banyak disponspori oleh beberapa perusahaan pangan yang juga membutuhkan inovasi dibidang kemasan pangan. Its such a win-win solution.
Ketakjuban saya tidak berhenti disana. Ketika praktikum di lab meat and poultry, fasilitas labnya sangat mendukung, mulai dari penerimaan daging dan unggas sampai menjadi potongan daging yang siap masak dan dikonsumsi. Fasilitas yang sudah cukup digunakan sebagai perusahaan pengolahan daging dan unggas. Dan saya berharap nantinya universitas di Indonesia juga dilengkapi dengan fasilitas lengkap seperti disana.
Satu hal lagi yang membuat saya bangga, karena beberapa pengajar disana beberapa kali pergi ke Institut Pertanian Bogor (kampus saya dulu) untuk belajar tentang ilmu pertanian. Wow, ternyata saya tidak salah memilih universitas .
Food and Culinary
Mungkin faktor makanan adalah satu – satunya yang membuat saya tidak betah disana. Disana kami diberikan kebebasan dalam memilih makanan, jadi setiap makan siang kami selalu makan di kantin kampus. Seperti yang sudah saya perkirakan, pasti akan mengalami kendala dalam menemukan makanan. Sebagai seorang muslim, satu hal yang paling menjadi perhatian adalah sangat sulit menemukan makanan halal disana. Jadi yang bisa saya makan hanyalah buah, mie instan dengan bumbu halal, salad, telur, pizza keju dan susu. Benar saja, ketika kuliah di fakultas Meat and Poultry, the profesor told us that no meat in Lansing is cut with halal way. Untungnya saya bawa tempe kering buatan mama tercinta, jadi sedikit tertolong ketika ingin makan khas Indonesia. Dan hebatnya, selama training saya tidak meninggalkan kebiasaan baik saya selama di tanah air, karena sama sekali tidak minum minuman bersoda, walaupun itu termasuk halal.
Sebagai orang Indonesia, hal yang sangat sulit adalah ketika nasi sebagai hal yang langka. Kebanyakan mereka lebih menyukai makan roti dan sejenisnya. Pernah dua kali disediakan makan malam, pertama makanan khas India dan China. Baru kali pertama juga saya menikmati makanan India. Anyway, dikeduanya saya menemukan nasi. Thanks god, dan malam itu saya bisa tidur dengan nyenyak.
Ferguson Park
Ini adalah cerita tentang tiga sahabat, Fitri, Endah dan Pedro (sahabat kami dari Chile). Di hari terakhir kami memutuskan untuk pergi bersama ke sebuah taman kota, Ferguson Park. Kami harus berjalan selama 30 menit dari hotel ke taman tersebut karena bus di kota hanya datang setiap satu jam, sedangkan saat itu waktu sudah menunjukkan pukul setengah delapan, dan kami tidak mau melewatkan matahari di taman. Karena badai malam sebelumnya, Ferguson Park banjir. Saya kira banjir hanya ada di Indonesia saja, tapi ternyata disana juga banjir. Tapi bedanya, daerah serapan air disana banyak, jadi tidak khawatir akan menggenangi tempat tinggal warga. Namun sepertinya hanya kami yang sedikit kecewa, tapi bebek – bebek liar itu menikmati air yang lebih tinggi dari sungai seperti biasanya.
Kekecewaan kami tidak berlangsung lama, karena di seberang Ferguson Park ada taman yang tidak kalah indah dan luas. Disana kami menikmati permainan saat kecil. Mungkin sebagian orang menganggap a bit childish, but we didn’t care. Saat matahari menjelang, perlahan kunang – kunang mulai berkilauan, look like they tried to teach us to dance. Kami menangkapnya satu persatu dan menaruhnya di botol air mineral dan keep them glowing. Dan hal yang lebih amazing, kami menjumpai tiga ekor rusa liar, kami berusaha mengejarnya, namun mereka menyadari keberadaan kami dan pergi meninggalkan kami. Wow, what a nice moment. Sayangnya itu hari terakhir kami dan besok kami harus berpisah. So sad to say good bye.